Penggunaan zirah tempur mekanis (Jacket/Exoskeleton) oleh Rita dan Keiji menuntut tingkat presisi tinggi dalam mechanical rigging. Tim technical director merancang hirarki kontrol mekanis yang memperhitungkan setiap engsel, hidrolik, dan artikulasi lempeng besi agar merespons gerakan anatomi tubuh manusia di dalamnya tanpa terjadi mesh clipping.

Untuk memberikan kesan beban dan massa material zirah seberat ratusan kilogram, animator menerapkan prinsip weight distribution dan inersia yang tegas. Setiap pendaratan langkah atau ayunan senjata raksasa diikuti oleh getaran sekunder (secondary motion) pada piston dan komponen mekanis zirah.

Artikel ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya penguasaan alur kerja hard-surface rigging dan pemahaman biomekanika dalam menciptakan gerakan robotik yang berbobot.