Sinematografi dalam GOAT mengombinasikan gaya tata kamera liputan olahraga langsung (sports broadcast) dengan manuver kamera FPV drone berkecepatan tinggi. Kamera virtual bergerak meluncur rendah di atas lantai lapangan, berputar mengorbit pemain saat melakukan manuver crossover, lalu meluncur naik ke atas ring dalam satu continuous shot.

Lensa wide-angle dimanfaatkan untuk memperluas impresi kedalaman ruang (depth of field) dan menegaskan jarak antar-pemain di lapangan. Penerapan motion blur dinamis yang disesuaikan per frame menjaga agar gerakan cepat bola dan pemain tidak memusingkan mata penonton.

Studi sinematografi ini mengajarkan mahasiswa DKV Animasi tentang pentingnya eksplorasi sudut kamera virtual untuk menciptakan ritme adegan aksi yang memompa adrenalin.