Sebagai karakter yang banyak beraktivitas di dalam dan luar air, simulasi bulu (grooming & fur simulation) pada Hoppers menuntut tingkat kerumitan tinggi. Bulu berang-berang memiliki lapisan ganda yang merespons secara berbeda saat terkena air, udara, atau lumpur.

Tim VFX memanfaatkan procedural solver untuk menghitung efek water clumping—di mana helai-helai bulu saling menempel ketika basah—dan bagaimana bulu tersebut secara bertahap mengembang kembali saat mengering. Interaksi antara permukaan air, tetesan air (droplets), dan pergerakan bulu diproses secara real-time.

Materi ini memberikan contoh konkrit bagi mahasiswa mengenai penerapan fisika material digital untuk menciptakan karakter hewan yang kredibel dan kaya tekstur visual.