Karakter Tamatoa, kepiting raksasa penyuka benda berkilau, memadukan vokal dan ekspresi aktor Jemaine Clement yang direkam melalui facial performance capture. Karena anatomi kepiting tidak memiliki struktur wajah manusia, tim animator harus memetakan (re-mapping) gerakan bibir dan mata sang aktor ke eksoskeleton kaku Tamatoa.

Sistem rigging kustom dibuat agar bagian pelat cangkang keras di sekitar mulut kepiting dapat bergeser tanpa terlihat lentur seperti karet, menjaga tekstur kaku material karapasnya. Eye-tracking yang akurat juga dipertahankan agar tatapan mata tangkainya tetap menyampaikan komedi dramatis.

Studi kasus ini sangat berguna bagi pembelajar animasi untuk memahami tantangan retargeting ekspresi manusia ke karakter non-humanoid berstruktur keras.