Kabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar Animasi BINUS. Salah satu dosen berbakat kita, Nashiruddin Alfath, baru saja menyelesaikan program prestisius Australia Awards Short Course on Developing and Protecting Intellectual Property (IP) in the Animation Industry.

Program intensif ini berlangsung sejak Maret 2026 dan mencapai puncaknya pada 12 Juni 2026 silam. Keikutsertaan Nashiruddin dalam forum internasional ini tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga menegaskan posisi strategis akademisi BINUS dalam ekosistem industri kreatif global.

Menjembatani Teori dan Praktik Industri di Australia

Australia Awards Short Course didesain sebagai wadah akselerasi yang komprehensif. Selama beberapa bulan, program ini mengombinasikan sesi kelas teoretis, studi kasus mendalam, kunjungan lapangan (site visits), diskusi interaktif, hingga membuka peluang jejaring (networking) yang luas dengan para praktisi animasi ternama di Australia.

Menariknya, program ini tidak berhenti pada diskursus akademik semata. Para peserta ditantang untuk menyusun dan mengimplementasikan sebuah Award Project. Proyek ini berfungsi sebagai instrumen praktis untuk mentransfer pengetahuan (transfer of knowledge) yang didapat di Australia ke dalam hasil nyata yang berdampak langsung bagi penguatan ekosistem animasi di Indonesia.

Dari Tugas Kuliah 2016 Menuju Panggung Internasional

Ada cerita inspirasi menarik di balik kesuksesan ini. Proyek lisensi karakter yang dibawa Nashiruddin ke Australia ternyata bukan ide yang instan. Karakter tersebut merupakan kekayaan intelektual (IP) yang telah ia rintis dan kembangkan sejak dirinya masih menempuh studi sebagai mahasiswa Animasi BINUS pada tahun 2016 silam.

Konsistensi dalam merawat dan mengembangkan IP lokal ini membuktikan bahwa riset dan karya akademik yang ditekuni secara berkelanjutan memiliki nilai ekonomi kreatif yang tinggi di pasar global.

Pikat Curtin University dan Rencana Kolaborasi 2026

Puncak impresif dari program ini terjadi saat sesi presentasi. Proyek lisensi karakter yang dipaparkan oleh Nashiruddin berhasil memukau pihak Curtin University, Australia. Ketertarikan mereka bukan sekadar apresiasi verbal; Curtin University secara resmi menyatakan antusiasmenya untuk menjajaki kolaborasi strategis bersama Nashiruddin di tahun 2026 ini.

Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama akademis dan praktis yang lebih luas, termasuk potensi kolaborasi internasional yang melibatkan mahasiswa serta sivitas akademika Animasi BINUS.

Selamat kepada Pak Nashiruddin Alfath! Semoga pencapaian ini menjadi pemantik semangat bagi kita semua untuk terus berkarya, meneliti, dan mengembangkan potensi Intellectual Property lokal hingga ke kancah dunia. Keep inspiring!