Master of Design BINUS (MODB) University kembali menggelar agenda tahunan bergengsinya, MODB 2026: First Wave — ‘The Convergence of Design’. Acara ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan karya visual, gagasan inovatif, praktisi industri, serta peluang kolaborasi lintas disiplin dalam ekosistem kreatif.

Pameran kali ini terasa istimewa dengan hadirnya jajaran alumni S2 Master of Design BINUS yang kini resmi bergabung sebagai dosen baru di Program Studi Animasi BINUS University pada semester Genap 2025/2026. Kehadiran para dosen muda ini membawa angin segar sekaligus memperkuat komitmen BINUS Animation dalam mengawinkan riset akademis dengan standar industri global.

Salah satu karya dosen yang mencuri perhatian dalam pameran tersebut adalah proyek riset dan desain IP Serial Animasi 3D bertajuk “Little Srikandi” karya Sari Pololessy.

Sebelum mengabdikan dirinya sebagai dosen di BINUS University, Sari merupakan seorang storyboard artist senior dengan pengalaman 6 tahun mengerjakan IP internasional ternama seperti Oddbods, Antiks, hingga Lil Wild. Berbekal kerinduan untuk merancang kisah-kisah Nusantara dan memajukan industri animasi nasional, ia menempuh studi S2 di MODB hingga melahirkan riset IP yang komprehensif.

Inovasi Adaptasi Wayang: Rasional, Energetik, dan Relatable bagi Generasi Muda

Mengusung pendekatan yang berbeda dari adaptasi wayang konvensional, Little Srikandi menggambarkan tokoh Srikandi sebagai seorang putri kerajaan berusia 14 tahun yang energetik, cerdas, dan pembangkang dalam arti positif karena memiliki mimpi besar.

Berlatar ekosistem Keraton pada era kejayaan tahun 1800-an, serial ini menyoroti perjuangan Srikandi dalam menyelesaikan berbagai konflik sehari-hari. Berbeda dari kisah klasik yang kental dengan kekuatan mistis, Little Srikandi memfokuskan narasi pada tekad, akal, dan pendekatan realistis.

“Pendekatan realistis ini dipilih agar anak-anak modern lebih mudah memahami dan terinspirasi oleh nilai-nilai perjuangan Srikandi—bagaimana ia berproses menjadi seorang senopati melalui petualangannya di luar pagar istana dan keberaniannya membantu masyarakat,” jelas Sari.

Melalui karya ini, Sari memperlihatkan kepada mahasiswa dan penikmat animasi bahwa IP berskala besar berawal dari satu ide sederhana yang dibangun lewat riset mendalam, kedisiplinan proses pengembangan, serta kolaborasi lintas talenta.

Bagi publik, mahasiswa, maupun praktisi industri yang ingin melihat langsung hasil riset dan konsep visual dari IP Serial Animasi 3D Little Srikandi, karya ini ditampilkan secara khusus di pameran MODB 2026: First Wave — The Convergence of Design.

Eksplorasi karya dan portofolio Sari Pololessy juga dapat diakses secara daring melalui laman resminya di saripololessystory.com/little-srikandi/.