Pengarah sinematografi dan tim lighting artist menghadapi tantangan pencahayaan ekstrem di sistem bintang Tau Ceti. Mengingat spektrum warna dan intensitas cahaya bintang tersebut berbeda dari Matahari Bumi, lighting setup untuk adegan luar kapal dirancang dengan kontras (key-to-fill ratio) yang sangat tinggi.

Bayangan di luar angkasa dibuat sangat pekat dan tegas, sementara bagian yang terpapar sinar bintang menggunakan high-exposure rendering dengan pembiasan lens flare kosmik yang spesifik. Material logam kapal Hail Mary memantulkan kontras ekstrem ini secara realistis menggunakan teknik Physically Based Rendering (PBR).

Pendekatan ini menggarisbawahi peran penting lighting design dalam membangun identitas astronomis suatu tempat sekaligus menciptakan atmosfer keasingan yang mendalam.