Kostum bertarung para karakter seperti Shao Kahn, Kitana, dan Jade menggabungkan kain sutra tradisional dengan zirah logam tebal yang memerlukan look development yang detail. Tim texture artist menerapkan Physically Based Rendering (PBR) untuk membedakan respon pantulan cahaya pada emas, baja tergores, dan kain kulit.

Technical Director mengatur cloth simulation agar bagian gaun dan jubah karakter merespons secara dinamis terhadap angin dan kibasan jurus bertarung. Penggunaan collision layer mencegah kain menembus lempengan zirah tajam saat karakter melakukan gerakan akrobatik ekstrem.

Studi kasus ini menegaskan bahwa kombinasi antara material shading yang akurat dan simulasi fisika kain memegang peran krusial dalam memperkuat kredibilitas desain karakter dark fantasy.