Setiap pemain dalam GOAT mengenakan jersey olahraga bertumpuk yang berinteraksi langsung dengan bulu (fur/grooming) di tubuh mereka. Technical Director mengatur simulasi kain (cloth simulation) agar bahan jersey merespons keringat, tiupan angin saat berlari, dan regangan otot saat melompat.

Sub-sistem hair-to-cloth collision memastikan bahwa helai bulu karakter tidak menembus bahan kain jersey saat gerakan-gerakan ekstrem. Gerakan sekunder (secondary motion) pada telinga panjang Will dan jersi yang melambai memberikan dorongan energi pada setiap puncak gerakan anticipation.

Studi ini mengingatkan pentingnya integrasi simulasi material kain dan bulu untuk memperkuat rasa massa, fluiditas gerak, dan realisme karakter di dalam adegan aksi.