Sebagai film yang mengangkat tema benturan antara mainan klasik dan gawai modern, Toy Story 5 memperkenalkan karakter baru berupa komputer tablet anak-anak bernama Lilypad. Kehadiran Lilypad membawa tantangan teknis yang unik karena para animator harus menghidupkan dua dimensi visual sekaligus: gerakan fisik tubuh si tablet dan visual animasi interaktif yang muncul di dalam layar monitornya.

Untuk mengatasinya, Pixar membagi beban kerja tersebut kepada dua tim animasi yang terpisah. Agar prosesnya selaras, tim mengembangkan sistem sketsa digital temporer yang bertindak seperti buku catatan. Sistem ini memungkinkan tim pertama menggambar ide visual kasarnya secara cepat di atas layar karakter, yang kemudian menjadi panduan presisi bagi tim kedua saat mematangkan animasi finalnya.

Berkat sistem integrasi ini, ekspresi wajah digital di layar Lilypad dan gerak tubuh fisiknya menyatu dengan sangat harmonis. Inovasi ini membuktikan bahwa tantangan menghidupkan karakter berbasis teknologi tinggi justru memicu lahirnya metode kerja kolaboratif baru di dalam studio animasi modern.

Bagi yang penasaran ingin melihat langsung visualisasi dari hasil teknologi canggih di atas, Anda bisa mengintip cuplikan resminya melalui Trailer “Tech Vs Toys” Toy Story 5. Video promosi dari Disney dan Pixar ini memperlihatkan secara jelas konflik seru ketika mainan klasik harus berhadapan dengan disrupsi teknologi digital di kamar bermain anak-anak.