THE TRUTH ABOUT CHILLI

Indonesia merupakan negara yang kaya kuliner yang sudah terkenal sampai ke seluruh dunia, bahkan banyak sekali warga negara asing yang sangat menyukai masakan Indonesia. Menurut survey yang dilakukan oleh Asosiasi 2 Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) lima makanan tradisional khas Indonesia yang paling digemari adalah rendang, soto ayam, nasi goreng, nasi kuning, dan sate. Tapi ada 1 hal yang mempengaruhi itu semua yaitu yang menjadi ciri dari masakan indonesia yaitu masakan pedasnya terutama cabai sebagai tambahan makanan pokok. Saat ini, sambal sudah menjadi bagian hidup masyarakat di Indonesia dalam menikmati makanan. Kebanyakan lidah orang Indonesia menganggap makan tanpa cabai terasa belum lengkap atau hambar. Untuk memenuhi konsumsi konsumen terhadap makanan pedas, maka saat ini banyak bermunculan restoran atau rumah makan yang menyediakan makanan pedas dengan berbagai level sebagai menu utamanya.

Berdasarkan paparan diatas penulis tertarik untuk membuat karya animasi dalam bentuk animasi edukasi yang akan menjelaskan secara singkat mengenai cabai dan pengaruhnya kepada tubuh manusia. Diharapkan melalui animasi edukasi ini, masyarakat Indonesia dapat memperoleh wawasan baru, lebih mengapresiasi animasi sebagai salah satu bentuk pembelajaran baru di dunia maju ini, dan bergerak untuk membuat hal yang serupa untuk memberikan wawasan kepada lainnya.

Dalam pembuatan animasi ini, penulis membuat pipeline produksi yang terdiri dari 3 tahap. Pra produksi, produksi, dan paska produksi. Pada tahap pra produksi, penulis mengumpulkan data dengan mencari teori dan referensi yang diperlukan dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi yang kemudian diaplikasian kedalam proses perancangan animasi ini.

Pada tahap dokumentasi, penulis mencari teori baik dari buku, artikel, atau website yang dapat mendukung proses pembuatan animasi ini. Seperti teori motion graphic, flat design, desain karakter, warna, dan lain-lain. Sedangkan pada tahap observasi, penulis mencari referesi-referensi dari gambar maupun karya terdahulu yang berkaitan dengan animasi edukasi yang akan penulis buat kemudian melakukan observasi dengan menganalisa referensi tersebut.

Berdasakan data dan teori yang sudah dikumpulkan, penulis kemudian melakukan penyusunan  script dengan menggunakan bahasa sehari-hari yang bertujuan agar sesuai dengan target audience yang disasar oleh penulis, kemudian dilanjutkan dengan membuat storyboard. Disini penulis juga melakukan rekaman voiceover sebagai patokan dalam melakukan animasi nantinya. Selain itu, penulis juga melakukan desain terhadap karakter, environment, dan asset lain yang dibutuhkan berdasarkan referensi yang dikumpulkan.

Pada tahap produksi, penulis mengubah karakter, environment, dan asset yang sudah dirancang tadi kedalam bentuk vector menggunakan software Adobe Illustrator. Penulis menggunakan warna-warna pastel, karena warna yang terlalu over saturasi dapat membuat mata audience lelah, sehingga warna pastel cocok digunakan untuk animasi dengan penyampaian informasi sebagai fokus utamanya.