People Innovation Excellence
 

The Making of “Shu”

“Shu” merupakan film animasi pendek yang menceritakan tentang karakter berbentuk siomay yang bertahan hidup dari manusia yang ingin memakannya. Shu memiliki visual karakter berbentuk siomay yang simple dan iconic. Shu memiliki keahlian seni beladiri Wushu yang ia latih dengan giat. Dengan keahlian beladiri yang dimilikinya, Shu keluarkan untuk melawan seorang anak laki-laki bernama Jim yang ingin memakannya. Konsep gerakan seni beladiri Wushu dan Dim Sum saya gabungkan untuk menjadi kekuatan dalam film animasi pendek “Shu” ini. Character animation dan style visual yang unik adalah fokus utama saya dalam mengemas film ini.

Tahap terpenting yang ingin saya tonjolkan dalam film ini adalah character animationnya. Walaupun memiliki bentuk karakter yang kecil dan sederhana, saya ingin memperlihatkan bentuk karakter yang simple juga bisa terlihat menarik dan menjual jika di gerakan dengan baik. Terutama yang yang saya ingin perlihatkan disini gerakkan beladiri yang mengangkat film ini bergenre action. Agar saya dapat membuat gerakan beladiri yang mendasari seni beladiri Wushu, saya melakukan riset dan observasi mengenai seni beladiri Wushu. Saya juga mengikuti pelatihan di perguruan Wushu selama 4 bulan. Latihan ini membuat saya paham betul detail-detail gerakan dan menguasai pose-pose kuat dalam Wushu. Tahap ini sangat penting karena saya harus menciptakan atau menampilkan gerakan beladiri Wushu dalam karakter yang kecil dan tidak memiliki organ tubuh yang lengkap seperti manusia. Style animasi yang saya tampilkan di film ini adalah cartoony snappy, yang menjadi kekuatan dalam film ini dan membuatnya lebih menarik.

Tahap terpenting lainnya dalam animasi pendek Shu ini adalah Look Development. Saya menampilkan style visual toon shader yang terlihat seperti visual 2D agar senada dengan karakter dan gerakan animasi yang cartoony.

Namun saya menambahkan detail titik-titik kecil yang membuat visual film ini menjadi lebih unik dan mendukung style action karena terlihat lebih dinamis. Visual yang saya tampilkan di film Shu ini saya render menggunakan software Unreal Engine 4, yang membantu mempersingkat proses produksi film ini terutama dalam proses rendering.

Demikian sekilas pandang mengenai tahapan-tahapan penting yang saya lalui hingga animasi pendek Shu saya ini terlihat seperti sekarang. Semoga menjadi inspirasi dan motivasi kepada para animator Indonesia. Terima kasih.

Oleh: Ricky Taniaga


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close