People Innovation Excellence
 

The Making of “Kwan”

“Kwan” adalah animasi pendek 3D dengan step cartoony animation style dan render 2D bertemakan tradisi dan budaya Tionghoa. Animasi ini menceritakan tentang anak kecil bernama Tian-Tian yang sedang berkunjung ke kelenteng. Kemudian, Tian-Tian kelaparan sehingga ia memiliki keinginan untuk mencuri kue persembahan dewa Kwan. Namun tanpa disangka patung dewa Kwan dapat bergerak dan mencegah Tian-Tian untuk mencuri. Dewa Kwan menggunakan kekuatannya untuk memberikan pelajaran bagi anak kecil untuk tidak mencuri, dan juga untuk menghargai dewa di kelenteng.

Pada proses pembuatan desain karakter animasi “Kwan”, diawali dari alternatif bentuk basic shape kedua karakter, yang kemudian akan dipilih menjadi konsep desain akhir karakter. Karakter dewa Kwan merupakan interpretasi dari Guan Yu. Di Indonesia, Guan Yu lebih dikenal sebagai Kwan Kong (lord Guan), yang menjadi dasar nama Kwan. Kwan adalah dewa pelindung kelenteng serta penjaga kedamaian dan harmoni. Secara visual, bentuk dasar Kwan adalah lingkaran agar terlihat friendly, yang kemudian digabung dengan segitiga agar karakter lebih terlihat kuat, kokoh, dan mendukung gerakannya yang cepat. Tian-Tian adalah anak kecil yang tidak bisa diam. Ia penuh dengan rasa ingin tahu dan tidak takut melakukan apapun demi mendapatkan hal yang ia inginkan, terutama kue. Oleh karena itu, orang tuanya memanggilnya Tian-Tian yang artinya manis. Secara visual, bentuk dasar Tian-Tian adalah lingkaran karena sebagai anak-anak, ia harus terlihat ceria, lucu, dan friendly. Setelah mendesain secara visual karakter, maka penulis membuat 3D model, rigging, dan render sebagai desain akhir karakter. Berikut ini hasil akhir karakter dalam bentuk 3D:

Latar belakang dirancang menggunakan 2D serta render 3D dengan style render toon sehingga memiliki tekstur seperti 2D. Penulis render menggunakan Arnold dan hasil render berupa render layers. Render layers diperlukan karena background yang penulis buat memiliki gradasi dan shading, maka tidak mungkin toon saja cukup untuk animasi yang dirancang, karena hasil render toon terlalu flat/tidak memiliki gradasi. Render layers yang digunakan diantaranya specular, shadow matte, AO, ID, diffuse, dan toon. Setelah render selesai, maka dapat dilakukannya compositing, dimana penulis menggabungkan hasil render layers di after effect, dan mencocokannya dengan background 2D. Berikut ini hasil akhir animasi film pendek “Kwan”:

Demikian sekilas proses pembuatan film “Kwan”. Semoga dapat memberikan manfaat dan inspirasi untuk Anda. Terima kasih.

Oleh: Stevani


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close