Stop01

 

‘Stop Lawan Arus!’ adalah sebuah iklan layanan masyarakat dalam bentuk animasi 3D yang dibuat untuk menanggapi fenomena masyarakat yang sedang marak saat ini, yaitu pengendara motor yang melawan arus. Fenomena ini semakin lama semakin marak dilakukan. Dari yang awalnya hanya satu-dua motor yang melawan arus, kini di setiap jalan kerapkali terlihat pengendara motor yang melawan arus. Tindakan ini sebenarnya mendatangkan maut, baik bagi pelakunya maupun lingkungan di sekitarnya. Pelaku pun sepertinya acuh-tak acuh terhadap konsekuensi tindakannya. Demi sampai ke tujuan lebih cepat, mereka menghalalkan segala cara. Untuk itulah karya iklan layanan masyarakat ini dibuat, yaitu untuk mengajak masyarakat agar mulai peduli pada peraturan lalu lintas dan berhenti melawan arus.

Stop02

Stop03

Dalam iklan layanan masyarakat ini terdapat dua karakter utama, yaitu karakter seorang pengendara motor dan karakter seorang polisi. Kedua karakter ini dibuat dengan menggunakan pendekatan karikatur. Pendekatan karikatur sendiri dipilih dengan mempertimbangkan karakteristik target audiens dimana target audiens adalah golongan kelas B dan C.

Dalam proses pembuatan animasi iklan layanan masyarakat ini, yang terlebih dahulu dibuat adalah premis cerita yang kemudian dikembangkan menjadi naskah. Selagi naskah dalam proses pematangan, desain karakter mulai dibuat dengan menyesuaikan karakter pada naskah cerita. Visualisasi karakter pengendara sendiri dipilih untuk mewakilkan target audiens, yaitu pengendara motor alay yang sedang jatuh cinta.

Iklan layanan ini memiliki dua versi, masing-masing dengan jalan cerita yang berbeda. Dalam iklan layanan masyarakat ini digunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan rasional dan emosional. Pendekatan emosional digunakan agar audiens merasakan suatu kesamaan dengan karakter pengendara motor sedangkan pendekatan rasional digunakan untuk menyampaikan konsekuensi dari tindakan melawan arus. Pendekatan emosional dalam cerita ini terletak pada kesamaan emosional antara target audiens dan karakter dimana mereka sama-sama ingin menempuh jalan yang macet dengan waktu lebih singkat. Melalui pendekatan emosional ini audiens juga diharapkan merasa simpat pada karakter akan situasi menyedihkan yang dialaminya akibat melawan arus (dimana karakter gagal membawa kekasihnya ke restoran mewah dan akhirnya putus cinta). Sementara itu, pendekatan rasional digunakan dalam bentuk ilustrasi dan sketsa untuk penggambaran cerita secara umum. Melalui penyampaian pesan tersirat bahwa daripada membayar tilang, uang denda tersebut lebih baik digunakan untuk hal lain. Pendekatan rasional juga digunakan untuk menampilkan konsekuensi fatal dari tindakan melawan arus, yaitu kecelakaan lalu lintas.

Stop04

Dalam iklan layanan masyarakat ini, penulis juga menggunakan motion graphic di akhir iklan untuk menyampaikan konsekuensi dari tindakan melawan arus ini. Motion graphic disertai audio yang berisi ajakan langsung agar tidak melawan arus ini menjadi penutup dari iklan layanan masyarakat. Motion dalam elemen grafis pendukung (motion graphic) dibuat dengan menggunakan referensi arah arus di jalan raya. Warna-warna yang digunakan pun dipilih sesuai dengan warna yang umumnya digunakan dalam rambu lalu lintas, merah dengan artian bahaya dan kuning dengan artian peringatan.

Stop05

 

Iklan layanan masyarakat ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan untuk mengajak masyarakat agar berhenti melawan arus. Dalam Undang-Undang No. 22 tahun 2009 disebutkan bahwa setiap pengguna jalan yang melanggar aturan lalu lintas akan dikenakan hukuman pidana atau denda sesuai jenis pelanggarannya. Meskipun waktu sangatlah berharga bagi setiap orang, jangan biarkan waktu menjadi tiket anda menuju duka dan maut.

Penulis.

 

Adrianne Jessica