People Innovation Excellence

Short Story Animation “Grandma’s Power” by Russell

grandma-powers

“Grandma’s Power” merupakan sebuah film animasi pendek yang menceritakan tentang pertarungan seorang nenek melawan seekor lalat yang kemudian diimajinasikan oleh cucunya. Adit, sang cucu, adalah seorang anak kecil yang suka berimajinasi. Pada suatu hari, setelah Adit membaca  sebuah buku cerita tentang ksatria melawan seekor naga, ia melihat neneknya sedang mengusir seekor lalat. Karena Adit suka berimajinasi, ia mengimajinasikan neneknya menjadi seorang ksatria dan lalat menjadi seekor monster seperti buku yang barusan ia baca. Terjadilah pertarungan sengit antara Nenek melawan Lalat tersebut. Pada akhirnya Nenek berhasil mengalahkan Lalat namun Nenek mengalami sakit pinggang. Lalat berhasil kabur dan kembali membawa rombongan lalat yang lebih banyak. Melihat Neneknya kesakitan, Adit menggantikan Neneknya melawan para Lalat tersebut. Tujuan dari film animasi pendek ini sendiri adalah untuk menghadirkan sebuah film dengan karakter yang unik, yang mampu menghibur dan mengajak anak- anak untuk mengembangkan diri melalui imajinasi.

grandma-01

Dalam artikel ini saya ingin membahas tentang proses perancangan film “Grandma’s Power”.

Konsep awal saya adalah ingin membuat film animasi pendek dengan karakter yang unik sehingga akhirnya terpikirkanlah ide untuk membuat karakter nenek – nenek yang menggunakan kostum ksatria. Tema imajinasi sendiri dipilih karena saya ingin menggunakan tema yang dekat dengan keseharian anak – anak dan juga untuk menguatkan latar belakang alasan kenapa Sang nenek bisa menjadi Ksatria.

Karakter Nenek adalah karakter yang sudah tua namun gigih dalam mengerjakan sesuatu. Karakter Adit adalah seorang anak kecil yang suka berimajinasi dan energik. Adit mengenakan topi bertuliskan inisial “A” untuk menunjukkan bahwa ia anak yang aktif. Karakter Lalat menjadi tokoh antagonis karena lalat merupakan salah satu serangga yang suka mengganggu. Saya membuat desain ketiga karakter tersebut dalam gaya kartun agar lebih menarik dan disukai oleh anak – anak.

grandma-3

Untuk environment yang digunakan dalam film ini ada 2 tempat, yaitu ruang makan dan reruntuhan di padang pasir. Ruang makan merupakan tempat awal Adit dan Nenek melakukan aktivitas sehari- harinya. Daerah reruntuhan di padang pasir merupakan tempat dalam imajinasi Adit karena terinspirasi dari buku yang ia baca. Beberapa hal berubah disini seperti Nenek yang menjadi ksatria, Lalat yang menjadi seekor monster, dan juga makanan di meja berubah menjadi sebuah peti harta karun di atas altar. Berikut beberapa scene yang ada dalam film “Grandma’s Power” :

grandma-02Demikian sekilas proses pembuatan dari film “Grandma’s Power”. Semoga artikel yang saya tulis ini dapat bermanfaat dan menginspirasikan anda. Terima kasih.

 

Penulis,

Russell Kurniawan.

 


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close