People Innovation Excellence

The Making of “Fatherly Love”

z

Perkembangan anak tak pernah lepas hubungannya dari orang tua yang telah mengasuh dan membesarkannya sejak kecil. Setiap orang tua pasti ingin selalu memiliki kebersamaan bersama anaknya dalam segala situasi dan kondisi sambil terus melihat perkembangannya. Orang tua pun juga tak kenal lelah untuk terus memberikan kasih sayangnya kepada anaknya. Anak pun terus tumbuh dan berkembang, mempelajari banyak hal dan beradaptasi oleh lingkungannya. Hal ini terus berlangsung hingga anak itu pun beranjak semakin dewasa.

Anak terutama pada usia remaja, memiliki kecenderungan emosi yang belum stabil. Perhatian dan kasih sayang orang tua terkadang sering dilupakan karena mereka terlalu asyik dengan dunianya yang baru. Sang anak lambat laun mulai melupakan pengorbanan dan kasih sayang yang senantiasa diberikan oleh orang tua. Mereka mulai tidak peka dengan orang tua karena memiliki kegemaran masing – masing di dunianya yang baru. Hal ini dapat mengakibatkan hubungan antara orang tua dan anak yang semula dekat menjadi semakin menjauh dan renggang.

Hubungan yang kurang baik antara orang tua dan anak ini dapat menimbulkan masalah yang serius. Kondisi usia remaja yang tidak stabil, dapat memicu emosi dan pemikiran negatif pada sang anak. Biar bagaimanapun, sesungguhnya orang tua tetap menyayangi anaknya dan rela melakukan apapun demi kebahagiaan anaknya.

Penulis mengangkat permasalahan ini menjadi sebuah film animasi pendek berjudul “Fatherly Love”. Dalam animasi ini dikisahkan seorang anak perempuan yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh ayahnya. Mereka hidup dalam kebersamaan, namun akhirnya sang anak mulai berubah sikapnya terhadap ayahnya menginjak usia remaja. Sang anak mulai memiliki ketertarikan lain dan mulai melupakan kasih sayang dari ayahnya. Film animasi pendek ini sebagai refleksi diri terhadap kehidupan sebagian besar remaja masa kini yang kurang menyadari pengorbanan dan kasih sayang dari orang tuanya.

zxxzx

Dikisahkan seorang bapak bernama Tuan Berwin yang hidup bersama putri kesayangannya bernama Lucy. Tuan Berwin adaalah seorang tukang kayu yang sabar dan penyayang kepada anaknya. Keterampilannya dalam membuat kerajinan kayu sering digunakan untuk membuat berbagai macam benda. Beliau juga senang memberikan kerajinan dari kayu untuk ulang tahun Lucy. Setiap tahun Tuan Berwin selalu memberikan suatu kerajinan kayu untuk hadiah anaknya saat ulang tahun.

Lucy pun terus bertumbuh setiap harinya. Saat kecil Lucy sangat senang menerima hadiah dari ayahnya. Namun kemudian, Lucy pun menjadi bosan dengan kerajinan kayu yang ayahnya selalu berikan di hari ulang tahunnya. Lucy kini memiliki hal lain yang membuatnya lebih tertarik. Tuan Berwin pun semakin menua, tubuhnya yang sudah tidak bugar lagi dan pekerjaannya yang berat membuat ia semakin lemah. Sampai suatu hari beliau pun jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Lucy pun segera menghampiri ayahnya yang sakit setelah mengetahui kabar tersebut. Meski sakit pun Tuan berwin masih ingat dengan ulang tahun Lucy dan memberikan hadiah kepada anaknya tersebut. Lucy pun menangis penuh haru, karena ia menyadari ayahnya tak pernah sedikitpun berubah menyayanginya.

zxazrrasz

Lucy di masa kecilnya adalah sosok yang sangat periang dan aktif. Ia sangat senang bermain, bercanda, dan bercerita apa saja pada ayahnya. Lucy selalu digambarkan dengan sosoknya yang ceria dan optimis. Ia juga sangat menyayangi ayahnya. Lucy memiliki jiwa petualang dan rasa ingin tahu yang tinggi. Selain itu ia juga gemar bersosialisasi, dan tidak pemalu. Lucy selalu menuruti nasehat ayahnya, ia adalah anak yang penurut dan pintar.

Lucy di masa remaja mengalami banyak perubahan. Sikap keingintahuan yang besar dan rasa sosialisainya yang tinggi membuat ia memiliki banyak teman dan berada di dunianya yang baru di samping  dunia keluarga. Ia memiliki banyak ketertarikan baru dipengaruhi dengan teman – teman seusianya. Meski nampak asyik dengan kesenangannya yang baru bersama teman – temannya, sesungguhnya Lucy tetap menyayangi ayahnya. Namun ia hanya lupa bahwa ayahnya tetap memperhatikan dan menyayanginya sama seperti saat dia kecil.

Tuan Berwin adalah ayah dari Lucy sekaligus pengrajin kayu. Beliau adalah sosok yang lebut, ramah, dan sangat penyayang. Selain itu ia juga memiliki sifat yang rajin bekerja dan sabar. Tuan Berwin tak pernah sekalipun marah pada anaknya. Hingga tua pun, Tuan Berwin tetap seorang yang penyayang dan sabar, terutama kepada anaknya.

Sebagian besar penceritaan berkisar di dalam rumah Tuan Berwin dan Lucy. Rumah ini sebagian besar terbuat dari kayu, dengan ruang tamu, dapur, dan ruang makan yang menjadi satu. Terdapat dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Environment lainnya yang juga ada yaitu kamar rumah sakit tempat Tuan Berwin dirawat. Namun scene tersebut hanya muncul di bagian akhir, dan environment tidak memakan porsi besar dalam keseluruhannya.

Pembuatan dan pergerakan (animating) karakter maupun environment dilakukan dengan software 3DsMax. Kemudian selanjutnya dilakukan editing dan retouching menggunakan Adobe After Effects.

zsasaq

Dari perancangan film animasi pendek “Fatherly Love” ini dapat disimpulkan bahwa perkembangan anak sangat mempengaruhi pembentukan pola pikir dan kepribadiannya. Masa remaja adalah masa dimana anak akan banyak mengikuti berbagai macam tren dari lingkungan dan teman – teman di sekelilingnya untuk mencari jati dirinya. Hubungan antara anak dan orang tua mungkin bisa saja merenggang karena dipengaruhi banyak faktor salah satunya lingkungan pergaulan si anak yang semakin luas, sehingga ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman – temannya dibanding dengan orang tua. Lingkungan baru di luar lingkungan keluarga yang ditemui anak bisa menjadi sarana pembentukan kedewasaan anak dan pengalaman untuk kehidupannya di masa mendatang. Bagi para orangtua hendaknya tetap mengawasi dan mendampingi perkembangan anak. Semua ini dilakukan agar perkembangan anak terarah dan menghasilkan sesuatu yang positif. Saling terbuka adalah kunci untuk keharmonisan hubungan orangtua dan anak agar tidak terjadi kesalahpahaman. Bagi para remaja hendaknya memilah dan menilai dengan cermat mana hal – hal yang patut ditiru dan tidak. Carilah sebanyak – banyaknya informasi sebelum akhirnya memutuskan akan mengikuti sebuah gaya hidup yang baru. Selalu ingat akan jasa orangtua yang telah mengasuh dan mendidik hingga besar. Luangkanlah waktu untuk mereka. Batasi saat berkumpul dengan teman – teman agar tidak lupa waktu

Penulis.

Rizky Hapsari Soebijanto


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close