People Innovation Excellence

Prototipe Serial Animasi 3D JAMBUL

Kebiasan tidur (dan kemudian bermimpi) mengantarkan Jambul dan kawan-kawannya mengalami petualangan-petualangan seru dan penuh imajinasi.

Jambul adalah serial animasi 3D yang diprakarsai oleh Animaraya, sebuah studio animasi yang berlokasi di wilayah Jakarta Selatan. Sebagian besar anggota tim yang terlibat dalam proyek ini adalah dosen dan mahasiswa Animasi Binus. Jambul bercerita tentang kehidupan sekelompok anak di desa Maju Makmur dengan segala keseharian mereka. Secara umum Jambul mengisahkan persahabatan dan petualangan anak-anak tersebut di desa mereka.
Awalnya, tidak mudah menentukan setting yang dapat mewakili Indonesia secara utuh. Setelah melalui berbagai macam pertimbangan, dipilihlah Muntilan, kota kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang yang berdekatan dengan Jogjakarta sebagai setting. Alasannya, selain lebih terjangkau untuk kepentingan pengumpulan data dan referensi, Muntilan juga menjadi jalur perjalanan wisata menuju Candi Borobudur dan Gunung Merapi. Kedua landmark ini diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri apabila bisa dimunculkan dalam animasi tersebut. Selain itu, kondisi alam dan lingkungannya yang masih relatif terpelihara menjadikan tempat ini sempurna sebagai setting kehidupan desa.

Ide Cerita dan Konsep
Serial Jambul bercerita tentang sekumpulan anak desa Maju Makmur, sebuah desa imajiner dengan latar belakang landmark Candi Borobudur dan Gunung Merapi. Sebuah desa yang digambarkan memiliki lingkungan yang masih sejuk dan asri dengan kehidupan sosial masyarakat yang tentram.
Serial Jambul berusaha mengangkat local content. Hal ini dapat dilihat terutama pada scene-scene yang menampilkan persawahan dengan latar belakang alam yang masih asri. Bentuk rumah dan suasana pemukiman yang digambarkan mendekati keadaan yang sebenarnya dengan mengambil referensi daerah Muntilan. Penokohannya pun dibuat aktual dengan kondisi anak-anak dan masyarakat setempat.
Serial ini banyak bercerita tentang kehidupan sehari-hari anak desa Maju Makmur yang dipimpin oleh si Jambul, bocah periang yang sebelumnya tinggal di kota dan terpaksa pindah ke desa tersebut karena mengikuti ayahnya yang bekerja sebagai seorang pegawai pemerintah.
Jambul dikenal sebagai anak yang cerdas dan tahu banyak hal. Selain karena kegemarannya membaca, sifat Jambul yang selalu ingin tahu dan latar belakangnya yang pernah tinggal di kota membuat dia tahu beberapa hal yang belum diketahui teman-temannya. Hal inilah yang membuat Bagong, Momo, Jingga, Marco, dan Laila senang berteman dengannya.
Namun, Jambul punya satu kebiasaan buruk, yaitu mudah sekali tidur di mana saja dan kapan saja sehingga oleh teman-temannya sering menjadi bahan bercandaan. Namun, justru kebiasannya tidur (dan kemudian bermimpi) inilah yang mengantarkan Jambul dan kawan-kawannya mengalami petualangan-petualangan seru dan penuh imajinasi.

Proses Produksi
Produksi serial Jambul terutama menggunakan Cinema 4D. Selain karena memungkinkan pekerjaan didistribusikan secara paralel dengan mudah dan efisien, Cinema 4D dikenal memiliki kecepatan render yang bisa diandalkan sehingga sangat cocok untuk keperluan produksi serial yang selalu dikejar tenggat.

Berikut adalah alur kerja produksi serial Jambul.

Screenplay
Proses penuangan gagasan dari ide cerita menjadi naskah yang siap adalah suatu tantangan tersendiri. Tidak mudah menyusun dialog, adegan, dan perwatakan menjadi menarik dan wajar. Penulis sering terjebak pada dialog yang kaku atau monolog yang tidak perlu. Beruntung, Jambul dibantu seorang penulis andal yang telah menelurkan belasan buku untuk menggarap naskahnya, Daniel Mahendra.
Ada proses adaptasi yang unik ketika mengawali proses menulis naskah Jambul. Karena setiap karakter dan properti untuk sebuah serial 3D harus melalui proses modeling/ development, penulis harus hati-hati sekali untuk menambahkan karakter atau objek tertentu. Setelah beberapa waktu menyesuaikan diri, penulis akhirnya cukup memahami kendala dan tantangan tersebut sampai akhirnya naskah selesai dan siap diteruskan kepada tim desain karakter, storyboard, dan pengisi suara secara paralel.

Desain Karakter
Desain karakter (dan environment) bisa dilakukan setelah ide cerita dan konsep telah benar-benar matang dan disepakati oleh pihak-pihak terkait. Desain karakter dimulai dengan membuat sketsa, model sheet, dan kemudian gesture, termasuk memberikan detail ekspresi sebagai acuan ketika nanti masuk proses modeling. Proses ini dikerjakan oleh Tytton Sishertanto dan Ardiyansah.

Dalam konteks pekerjaan desain karakter, tercakup pula penjelasan yang detail mengenai sifat, sikap, hobi, dan sebagainya yang mendukung personifikasi karakter. Berikut penjelasan masing-masing karakter berikut hasil visualisasi karakter setelah dimodel:

1. Jambul
Jambul sebelumnya tinggal di kota, tetapi karena ayahnya yang pegawai pemerintah dipindahkan ke desa Maju Makmur (yang kebetulan juga tempat tinggal kakek-neneknya), mau tidak mau dia harus mengikuti ayahnya. Jambul dikenal cerdas dan punya segudang ide. Kegemarannya membaca ditambah rasa ingin tahunya selalu mendorongnya menemukan hal-hal menarik yang kemudian sering berubah menjadi petualangan. Jambul jago dalam urusan matematika dan ilmu alam. Dia sering kali melakukan eksperimen-eksperimen sains dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitarnya. Jambul juga memanfaatkan keahliannya untuk membuat mainannya sendiri sebab dia berasal dari keluarga sederhana yang tidak memungkinkannya selalu membeli mainan dengan meminta kepada orang tua. Karena kegemarannya membaca buku hingga larut malam. Jambul menjadi mudah mengantuk. Di mana saja dan dalam posisi apa saja, Jambul dapat dengan mudah terlelap. Dalam tidurnya, Jambul sering kali bermimpi, bertemu, dan berkomunikasi dengan tokoh-tokoh fantasi dalam buku-bukunya. Sebuah awal petualangan yang seru.

2. Marco
Marco adalah penggemar sepakbola. Hampir semua informasi yang berhubungan dengan olahraga ini dia ketahui. Update berita tentang skor pertandingan dan transfer pemain di liga-liga top dunia dan lokal tak luput dari perhatiannya, Marco sendiri memang jago untuk urusan menggocek bola. Selain itu, Marco mempunyai kegemaran lain di bidang tarik suara. Dia dianugerahi suara yang sangat indah dan kemampuan memainkan alat musik. Teman-temannya senang karena merasa terhibur dengan keahliannya tersebut. Kedua orang tua Marco berasal dari Ambon dan kebetulan sedang mencari nafkah di Desa Maju Makmur.

3. Bagong
Bagong adalah representasi anak kampung yang divisualisasikan secara harfiah. Mengenakan blangkon, surjan, dan ikon-ikon budaya (Jawa) membuatnya menjadi unik di antara kawan-kawannya yang lain. Secara umum sifatnya, kocak, lucu, lugu, sok tahu dan setiap penampilannya selalu menghibur. Badannya yang tambun dan gaya bahasanya yang lucu membuat dia disukai kawan-kawannya. Bahkan ketika menjadi objek lelucon, Bagong tetap “tabah” dan tetap mengundang orang untuk tertawa. Satu hal yang menjadi kelemahan Bagong adalah sifatnya yang penakut, terutama untuk hal-hal yang berbau tahayul.

4. Momo
Momo (atau yang sering dilafalkan sebagai Momok) tergolong anak yang usil dan suka mengerjai teman-temannya. Dia suka sekali menggoda Bagong dan Jingga. Meskipun demikian, dia tidak dibenci oleh teman-temannya karena justru Momo lah yang sering kali melindungi teman-temannya dalam keadaan-keadaan berbahaya. Momo tidak terlalu pintar. Dia juga bukan berasal dari keluarga yang berlebihan, tetapi teman-temannya cukup simpati kepadanya karena dia adalah tipikal pekerja keras dan selalu bisa diandalkan. Teman-temannya ini juga yang membuat Momo bisa melupakan masalah-masalah yang sering menyita pikirannya, terutama tentang kedua orangtuanya yang bekerja sebagai TKI. Momo sangat menggemari olahraga basket. Postur tubuhnya yang jangkung membuatnya sangat pas untuk bermain olahraga tersebut. Sayang, dikampungnya olahraga tersebut tidak favorit sehingga dia justru lebih sering main bola voli atau bulutangkis.

5. Jingga
Jingga adalah karakter anak perempuan yang ceria dan cenderung sangat cerewet. Dia berasal dari keluarga yang cukup terpandang dan kaya di desa Maju Makmur (dipertimbangkan bapaknya adalah dokter atau mantri desa). Dia disukai teman-temannya karena sering membawakan oleh-oleh setiap kali dia dan keluarganya pergi ke kota atau selepas berlibur. Namun, dia sering digoda oleh teman-temannya.

6. Laila
Laila tidak pernah mengenal bapak ibunya. Dia tinggal di Panti Asuhan dan memiliki karakter cenderung introvert. Sifatnya ini sangat berbeda dengan Jingga yang ceria, tetapi justru hal ini membuat mereka menjadi sangat akrab karena mereka berdua bisa saling mengisi. Laila punya pengetahuan agama yang cukup baik. Kebiasannya berdoa dan ikhlas terhadap apapun yang terjadi menolong teman-temannya tetap tenang dan tabah menghadapi saat-saat genting. Ketenangan sangat diperlukan untuk mendapatkan solusi terbaik dalam setiap permasalahan.

Storyboard
Storyboard adalah terjemah visual dari naskah. Fungsinya memberikan informasi mengenai isi frame dan elemen-elemen sinematografi dalam format gambar yang berurutan. Storyboard terutama membantu memudahkan animator memperkirakan adegan dan sudut kamera yang tepat.

Dubbing
Pengisian suara dilakukan sebelum mulai proses animasi, karena suara nantinya menjadi guide bagi para animator untuk menentukan gerak dan adegan. Untuk serial Jambul, pengisi suaranya adalah para professional yang suaranya sudah cukup akrab di telinga pemirsa animasi tanah air. Salah satunya adalah pengisi suara Bagong yang juga merupakan pengisi suara Patrick di Spongebob Squarepants.

Setting/Environment
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, setting cerita ini berada di desa Maju Makmur, representasi imajiner sebuah desa di Jawa (Tengah). Sebagai referensi dan objek survei dipilih daerah Muntilan, perbatasan Jogja-Magelang.

Character Modeling
Setelah desain karakter tuntas, berikutnya adalah menjadikannya model 3D. Proses modeling karakter sedikit lebih rumit dibandingkan environment dan properti karena topologi harus benar-benar diperhatikan. Berikut adalah contoh karakter yang sudah dimodel dalam T-Pose.

Texturing
Texturing di Cinema 4D relatif simpel karena memiliki feature BodyPaint yang sangat powerful. Sebelum model mulai di-texture, sebelumnya harus di-unwrap terlebih dahulu.

Character Setup
Character Setup meliputi seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan model karakter hingga bisa dianimasikan secara sempurna, di antaranya rigging, morphing, dan termasuk texturing yang sudah kita bahas sebelumnya.

Animate + Render
Setelah model siap setelah melewati serangkain tes, langkah berikutnya adalah memulai
proses utama menggerakkan karakter sesuai dengan storyboard atau animatic yang telah disiapkan.

Screenshot Adegan
Berikut adalah beberapa adegan di dalam serial animasi Jambul episode 1. Di sini jelas ada upaya implementasi prinsip-prinsip fotografi dan sinematografi terhadap komposisi, warna, depth of field, dan lain-lain:

Team
Sebagian besar anggota tim adalah dosen dan mahasiswa Animasi Binus University. Berikut adalah Binusian+ yang terlibat didalam proses pembuatan serial Jambul:

Animaraya: Producer
Ardiyansah: Director + Texture Artist
Satrya Mahardhika: Technical Director
Ardiyan: Character+Environment Modeling
Kadek Satria Adidharma: Photography
Daniel Mahendra: Script
Tytton Sishertanto: Storyboard
Bramantyo Prananta: Character Setup + Animation
Ismarianda Putra: Character Setup + Animation
Bullyzuar Adam: Character Setup + Animation
Irwan Wijaya: Character Setup + Animation
Anka Atmanegara: Properties Modeling + Compositing
Fachreza Octavio: Mattepainting + Editing

Penutup
Animasi di Indonesia telah melewati perjalanan panjang. Meskipun belum mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi geliat dan hasrat menciptakan karya animasi selalu muncul di setiap generasi. Ironisnya, dengan segala sikap abai dan penghargaan yang buruk didalam negeri, banyak talenta -baik personal maupun lembaga- yang justru meraih prestasi membanggakan di level interNasional. Tim “Jambul” dengan segala keterbatasannya berusaha memberikan bukti bahwa animasi tidak sekadar ide dan cita-cita. Meskipun masih banyak kendala dan kekurangan di sana-sini, tetapi kelahiran Jambul adalah upaya untuk ikut menyemarakkan animasi Indonesia. Maju Terus!!!

 

 

 


Published at : Updated
Written By
Ardyansah
Leave Your Footprint
  1. sedihnya kau buat animasi tuh….
    dah susah, ko ketik di website panjang2 pulak
    gk masuk tv lagi, TAaapi cumak awak yg kasi koment…..

    KESIAN KESIAN KESIAN
    moga moga film ko tu laku dan makin bagus

    • jangan kau bilang macam itu. . bukankah yang terbaik berawal dari bawah . . ^_^

  2. waaahhh,,kaya nya bogus pisan ,,

  3. bagus banget ya . video nya ada di upload di youtube ga ?
    terimakasih

  4. tetep semangat 🙂
    upload ke youtube dong sebagian

  5. ___ais ileee
    segitunya panjang pembuatan animasi….
    tpi sya juga ingin membuat…

  6. kalau boleh tau maz softwarenya pakai apa? thanks…

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close